BAB
VI. MANUSIA DAN PENDERITAAN
Pengertian
Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal
dari bahasa sansekerta artinya menahan atau
menanggung. Deritaartinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan manusia sering terjadi seiring
berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin berkembangnya kehidupan
manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan yang akn di hadapi
manusia.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan
dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas
semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun
peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.
Contoh-contoh Tentang Penderitaan
maka penderitaan manusia dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Contoh-contoh Tentang Penderitaan
maka penderitaan manusia dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini menyangkut
tentang manusia dan lingkungan sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib
buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia hingga menjadi nasib baik.
Dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Tetapi kalau
takdir Allah yang menentukan kita hanya bisa menerima, sedangkan nasib buruk
itu manusia sebagai penyebabnya. Maka dari itu manusia dituntut untuk berusaha
untuk mendapatkan kehidupan sebaik baiknya dengan cara yang baik pula.
2. Penderitaan yang timbul karena
penyakit, siksaan/azab Tuhan
Ini merupakan kehendak allah, tapi dalam hal inipun manusia masih dapat
berusaha yaitu dengan kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat berupa usaha
manusia mengatasi penderitaan itu.
3. Penderitaan Yang timbul karena orang lain
Penderitaan ini biasanya dapat di sebabkan oleh orang lain yang ada d sekitar
kita. Bisa juga teman,keluarga,tetangga, ataupun orang-orang yang berinteraksi
dengan kita. Sebagai contoh penderitaan ini adalah dimana seorang pembantu
rumah angga yang selalu disiksa oleh majikannya
Pengertian
Siksaan
Siksaan
merupakan suatu penderitaan yang diterima oleh seseorang. Penderitaan itu
sendiri berbentuk penganiayaan. Seseorang mengalami penganiyaan yang membuatnya
mendapat
siksaan dan merasa tersiksa.
Kenyamanan tentu saja tidak dapat oleh seseorang yang mengalami siksaan
tersebut. Dengan siksaan yang didapat oleh seseorang, pastilah akan membuat
orang itu mendapat luka baik luka fisik maupun luka hati atau yang lebih
terkenal dengan nama ‘sakit hati’.
Phobia
Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya ketakutan atau
kecemasan yang sifatnya tidak rasional; yang dirasakan dan dialami oleh
sesorang. Phobia merupakan penyakit psikis yang biasanya dialami oleh seseorang
yang punya trauma di masa lalu. Penyakit ini juga tak mengenal umur. Secara
definitif phobia adalah rasa ketakutan yang sangat kuat terhadap sesuatu baik
itu benda, situasi. Ketakutan tersebut berwujud dan terletak pada wilayah
ketidaksadaran atau suatu situasi dimana seseorang bertindak irasional
dan mempunyai ketakutan yang besar akan sesuatu. Biasanya seseorang
yang mempunyai phobia akan merasakan suatu ketakutan pada saat tertentu.
3
Siksaan yang sifat nya psikis
1. Kebimbangan dialami oleh
seseorang bila ia pada suatu saat tiak dapat menetukan pilihan mana yang akan
dipilih. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi /
tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar pertamanya? Akibat dari
kebimbangan seseorang berada pada keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa
tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2.Kesepian dialami alah
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri/ jiwanya walaupun ia dalam
lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan
keadaan sepi seperti yang dialami petapa / biarawan yang tinggalnya ditempat
yang sepi.
3. Ketakutan merupakan
bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa
takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
Pada umumnya orang memiliki satu / lebih phobia ringan seperti takut pada
tikus, ular, serangga dll. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu semakin
hebatnya sehingga sangat menganggu
Penyebab seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a. Claustrophobia dan
Agoraphobia.
b. Claustrophobia adalah
rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa takut
yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka
c. Gamang merupakan
ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena
ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus
melewati jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau
seseoprang takut meniti dinding tembok dibawahnya.
d. Kegelapan merupakan
suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempatyang gelap. Sebab dalam
pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti,
misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat
tidur selalu dinyalakan lampu yang terang .
e. Kesakitan merupakan
ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng yang
takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan
kedalam tubuhnya,Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan
menimbulkan kesakitan
f. Kegagalan merupakan
dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan
mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi,
karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma
yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang
lagi.
Pengertian Kekalutan Mental
Pengertian kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang
mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak
berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang
mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang
tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang
mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang
yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan
moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau
bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan
agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.
Gelaja-gejala
seseorang mengalami kekalutan mental
Gejala-gejala permulaan bagi
seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
A. nampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada
lambung
B. nampak
pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu,
mudah marah.
C. Selalu
iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga
dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan
detruksi diri dan bunuh diri.
D.
Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi sosial
E.
Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang
bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis)
F.
Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara
dirinya dengan lingkungan masyarakat
Tahap
– tahap gangguan kejiwaan
Tahap-tahap gangguan
kejiwaan adalah:
a. Gangguan kejiwaan nampak
dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya
b. Usaha mempertahankan diri
dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya
salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi
persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan
perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau
memecahkan persoalan.
c. Kekalutan merupakan titik
patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
d. Krisis ekonomi yang
berkepanja gan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa,
terutama gangguan kecemasan.
e. Dipicu oleh faktor
psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam proses
pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah.
Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang
terhambat serta tiap fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal
dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
f. Faktor sosial atau
lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya,
kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik, sehat tidak
mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak tidak akan terkena
gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat menular,
tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini
tidak berlaku secara absolut.
Sebab-
sebab timbunya kekalutan mental
Kekalutan mental yang dapat
di alami oleh seseorang disebabkan oleh berbagai faktor yang ada disekitarnya,
dalam hal ini termasuk faktor-faktor internal atau dari dalam orang itu sendiri
maupun faktor eksternal atau hal-hal yang ada di lingkungan sekitarnya,
keduanya mengacu kepada konflik dan cara seseorang tersebut menyelesaikan
konflik atau masalahnya.
- Kepribadian yang
lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut
sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan
menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi
pada orang-orang melankolis.
- Terjadinya konflik
sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan
yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang
jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
- Cara pematangan
bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan
sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak
emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri
yang lari ke alam fantasi.
Proses-proses kekalutan mental
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a. Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b. Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a. Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b. Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Hubungan
Penderitaan dan Perjuangan
Hubungan antara Penderitaan
dan Perjuangan Cara pembebasan dari penderitaan ialah berjuang menghadapi
tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar,dengan waspada, dan
disertai do’a kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Setiap
manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan
adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah
kapada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal
mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali.
Manusia adalah mahluk
berbudaya dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam
atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita
sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi
manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia,
melainkan juga menderita.
Karena itu manusia hidup
tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan.
Manusia harus optimis ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Pembebasan
dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah
berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar,
dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan
malapetaka.Manusia hanya merencanakan dan Tuahan yang menentukan.
Kelalaian manusia merupakan
sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaaan. Penderitaan yang terjadi
selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang
lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang
lain atau masyarakat menderita.
Penderitaan
sekarang ini banyak terjadi dan bagaimana untuk memberi tahu atau menyebar
luaskan informasi mengenai penderitaan dan penanggulangan penderitaan, sekarang
media massa adalah alat paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
karena media massa sudah mampu menyebarkan informasi dengan cepat.
Berita
mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV,
radio, internet, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut
merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati
manusia untuk berbuat sesuatu.
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih
besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya
menejahterakan manusia dan sebagaian lainnya membuat manusia. Beberapa sebab
lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana
perang dan lain-lain.
Media
masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan
demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama
manusia terutama bagi yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunkiasi
yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca,
penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat
siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul yang sama.
sebab-sebab timbulnya penderitaan dapat diperinci sebagai
berikut :
*Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
*Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya. *Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat mempetbaiki nasibnya. *Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.
*Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
*Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya. *Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat mempetbaiki nasibnya. *Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.
Pengaruh Penderitaan
Pengaruh yang akan terjadi
pada seseorang jika mengalami penderitaan :
Orang yang mengalami
penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam
dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative.
Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia atau tidak bahagia.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup
bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari
penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya sebagian dari kehidupan. Sikap
positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negative dan
sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca,
penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.
Penilaiannyaitu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai
kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah
tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan
yang berupa hambatan harus disingkirkan.
SUMBER
:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar